Kategori: Uncategorized

  • Polri dan Kemenhaj Bentuk Satgas Haji 2026, Hadir Lindungi Jemaah Sesuai Arahan Presiden Prabowo

    Jakarta, 9 April 2026 – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Haji 2026 sebagai langkah konkret melindungi calon jemaah dari praktik haji ilegal dan penipuan.

    Kesepakatan ini terjalin dalam pertemuan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dengan Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, di Kantor Kemenhaj, Jakarta, Kamis (9/4). Pembentukan Satgas ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memastikan perlindungan menyeluruh bagi jemaah haji dan umrah Indonesia.

    Wakapolri menegaskan, Satgas Haji akan bekerja terpadu dari pusat hingga daerah dengan pendekatan menyeluruh—mulai dari edukasi hingga penegakan hukum.

    Polri akan mengedepankan:
    • Edukasi (preemtif): Sosialisasi masif agar masyarakat tidak tertipu modus travel ilegal
    • Pencegahan (preventif): Pengawasan ketat di bandara dan pelabuhan
    • Penindakan (represif): Tindakan tegas terhadap pelaku penipuan dan haji ilegal

    “Satgas ini kami bentuk untuk memastikan masyarakat terlindungi dan tidak menjadi korban penipuan dengan berbagai modus,” ujar Wakapolri.

    Selain itu, akan dibuka hotline pengaduan terpadu guna mempercepat respons terhadap laporan masyarakat.

    Ancaman Nyata: Puluhan Kasus dan Kerugian Miliaran Rupiah

    Data Polri menunjukkan praktik penipuan haji masih marak:
    • 42 kasus tengah diproses hukum
    • 1 kasus sudah tahap lanjutan
    • Kerugian mencapai Rp92,64 miliar

    Sementara itu, pada 2025, aparat berhasil mencegah 1.243 calon jemaah berangkat menggunakan visa non-haji, dengan jumlah terbesar melalui Bandara Soekarno-Hatta.

    Temuan ini menegaskan bahwa pengawasan dan penindakan harus diperkuat secara sistematis.

    Sinergi Hingga ke Arab Saudi

    Tidak hanya di dalam negeri, Polri juga memperluas koordinasi hingga ke Arab Saudi. Personel akan ditempatkan untuk memperkuat komunikasi dengan aparat keamanan di Jeddah dan Mekkah.

    Langkah ini memastikan perlindungan jemaah Indonesia tetap berjalan, bahkan saat berada di luar negeri.

    Komitmen Pemerintah: Aman dan Tidak Membebani

    Wakil Menteri Haji dan Umrah menegaskan, Satgas Haji dibentuk untuk menjalankan dua fokus utama arahan Presiden:
    1. Perlindungan penuh terhadap jemaah
    2. Menjaga agar biaya haji tidak semakin membebani masyarakat

    Pemerintah juga memastikan bahwa kenaikan biaya global tidak serta-merta dibebankan kepada jemaah.

    “Negara hadir untuk melindungi jemaah, baik dari sisi keamanan maupun pembiayaan,” tegasnya.

    Imbauan: Waspada Modus Haji Ilegal

    Polri mengingatkan masyarakat untuk:
    • Tidak tergiur penawaran haji dengan visa non-resmi
    • Memastikan travel memiliki izin resmi
    • Segera melapor jika menemukan indikasi penipuan

    “Modus akan terus berkembang. Karena itu kewaspadaan masyarakat menjadi kunci. Polri akan bertindak tegas demi melindungi masyarakat,” pungkas Wakapolri.

    Pembentukan Satgas Haji 2026 menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat. Polri, bersama Kemenhaj dan seluruh pemangku kepentingan, terus bergerak cepat dan responsif.

  • Cegah Gangguan Kamtibmas, Unit Samapta Polsek Pancoran Gelar Patroli Dialogis di Komplek Liga Mas

    Jakarta Selatan – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Pancoran, Unit 1 Piket Samapta melaksanakan kegiatan patroli dialogis di Komplek Liga Mas, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu malam (08/04/2026).

    Kegiatan patroli yang dimulai pukul 21.45 WIB ini dilaksanakan oleh personel Unit Samapta, yakni Aiptu Jamari (Ps. 1 Samapta) bersama Brigadir Arif Setiadi (Patko 4054).

    Dalam pelaksanaannya, petugas menyambangi petugas keamanan (security) setempat, Bapak Sobirin, untuk melakukan dialog interaktif dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Petugas menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan satuan pengamanan lingkungan dalam menjaga situasi wilayah agar tetap kondusif.

    “Kami mengimbau kepada petugas keamanan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memasuki jam-jam rawan. Lakukan pemantauan secara rutin di area lingkungan guna mengantisipasi tindak kejahatan seperti Curas (Pencurian dengan Kekerasan), Curat (Pencurian dengan Pemberatan), dan Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor),” ujar Aiptu Jamari di sela-sela kegiatan.

    Selain memberikan imbauan kewaspadaan, petugas patroli juga mengingatkan agar setiap kejadian sekecil apapun yang mencurigakan segera dilaporkan kepada pihak kepolisian. Masyarakat dan petugas keamanan diimbau untuk tidak ragu menghubungi layanan Call Center Polri 110 jika membutuhkan kehadiran petugas patroli dengan segera.

    Kegiatan patroli dialogis ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat melalui kehadiran polisi di tengah-tengah warga.

  • Tingkatkan Keamanan Lingkungan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pancoran Sambangi Pos Siskamling

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pancoran, Aiptu Suwondo, melaksanakan kegiatan Cooling System melalui sambang dan Door to Door System (DDS) di Pos Siskamling RW 03, Kelurahan Pancoran, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu malam (08/04/2026).

    Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 22.00 WIB ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara pihak kepolisian dengan warga yang sedang bertugas menjaga keamanan lingkungan. Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Suwondo menemui Bapak Sriwidodo beserta rekan-rekan petugas Siskamling yang sedang berjaga.

    Dalam arahannya, Aiptu Suwondo mengajak seluruh warga untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gangguan Kamtibmas, terutama terkait tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor), peredaran minuman keras (miras), penyalahgunaan narkoba, serta antisipasi aksi tawuran.

    “Kami mengajak masyarakat untuk terus bersinergi menjaga lingkungan. Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai lengah, segera lakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan agar wilayah Kelurahan Pancoran tetap aman dan kondusif,” ujar Aiptu Suwondo.

    Lebih lanjut, Aiptu Suwondo juga memberikan edukasi kepada petugas Siskamling mengenai prosedur pelaporan jika terjadi situasi darurat. Ia mengimbau agar warga tidak ragu untuk segera melapor kepada Bhabinkamtibmas atau menghubungi layanan kepolisian bebas pulsa di nomor 110 apabila menemukan hal-hal mencurigakan atau gangguan keamanan di wilayahnya.

    Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah-tengah masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik serta memberikan rasa aman bagi warga Kelurahan Pancoran dalam beristirahat di malam hari.

  • Pererat Sinergi dengan Masyarakat, Kapolsek Pancoran Gelar Halalbihalal dan Silaturahmi Kamtibmas

    Jakarta Selatan – Dalam upaya mempererat tali silaturahmi serta menjaga kondusifitas wilayah pasca-Lebaran, Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, S.E., M.M., melaksanakan kegiatan Halalbihalal bersama Ketua Pokdar Kamtibmas dan warga RT.02/RW.03, Kelurahan Pancoran, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/4/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat RW.03, Jalan Pancoran Barat ini dihadiri oleh jajaran Panit 2 Binmas, Bhabinkamtibmas, Ketua Pokdar Kamtibmas Bapak Abdul Karim Efendi, serta warga setempat.

    Dalam sambutannya, Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri serta permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh warga yang hadir. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata upaya Polri untuk lebih dekat dengan masyarakat.

    “Terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian. Momen Halalbihalal ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana bagi kami untuk bertukar informasi dalam upaya cegah tangkal gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas) di lingkungan Kecamatan Pancoran,” ujar Kompol Mansur.

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek memaparkan situasi keamanan di wilayah hukum Polsek Pancoran secara umum dalam keadaan aman dan kondusif. Meski demikian, ia menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang masih menjadi perhatian.

    “Situasi wilayah kita relatif aman dan kondusif, kejadian menonjol nihil. Namun, curanmor masih menjadi ancaman. Kami mengajak peran serta dan kerja sama seluruh warga untuk lebih aktif dan peduli terhadap keamanan lingkungan masing-masing,” tegasnya.

    Selain itu, Kapolsek juga menyinggung terkait pencegahan tawuran remaja yang belakangan sempat terdeteksi di wilayah Kelurahan Pancoran. Ia mengapresiasi kesigapan Patroli Perintis Polres yang berhasil menggagalkan aksi tersebut sebelum terjadi.

    Kompol Mansur berharap, kehadiran pihak kepolisian di tengah masyarakat dapat menambah semangat warga untuk terus menjaga keamanan lingkungan. Ia juga mengingatkan warga agar tidak ragu untuk segera melapor jika menemukan potensi gangguan keamanan.

    “Jika ada gangguan Kamtibmas yang membutuhkan kehadiran polisi, jangan ragu untuk menghubungi Bhabinkamtibmas atau langsung menelepon Call Center 110 yang bebas pulsa. Kami siap melayani,” pungkasnya.

    Kegiatan Halalbihalal ini berjalan dengan lancar dan penuh kekeluargaan, mencerminkan sinergi yang kuat antara Polsek Pancoran dengan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan damai.

  • Polri Dinilai Sukses Kelola Arus Mudik dan Balik Lebaran, Tuai Respons Positif Masyarakat

    Jakarta – Pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini dinilai berjalan lancar. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran Polri dalam mengelola lalu lintas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat.

    Selama periode operasi yang berlangsung selama 13 hari, Polri dinilai mampu hadir di tengah masyarakat dengan memberikan pelayanan yang optimal. Tidak hanya memastikan kelancaran arus lalu lintas, Polri juga dinilai berhasil menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik.

    Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia, Edi Saputra Hasibuan, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen Polri dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

    “Keberhasilan melancarkan arus mudik dan balik Lebaran ini menunjukkan bahwa Polri hadir memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Polri mampu memberikan pelayanan yang nyaman, cepat, dan responsif sehingga masyarakat merasa aman selama perjalanan,” ujar Edi.

    Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Polri di berbagai titik pengamanan dan pelayanan memberikan dampak signifikan terhadap persepsi publik. Menurutnya, masyarakat merasakan langsung kecepatan respons dan kesiapsiagaan petugas di lapangan.

    “Yang dirasakan masyarakat adalah Polri hadir memberikan pelayanan yang cepat dan membuat masyarakat merasa nyaman. Hal ini menjadi indikator penting keberhasilan Operasi Ketupat,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Edi mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan operasi, Polri juga mendapatkan banyak tanggapan positif dari masyarakat. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.

    “Dalam 13 hari pelaksanaan Operasi Ketupat, Polri banyak mendapatkan respons positif dari masyarakat. Ini menjadi catatan baik dan harus terus dipertahankan ke depan,” pungkasnya.

    Dengan capaian tersebut, Polri diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam pengamanan momen-momen besar yang melibatkan mobilitas masyarakat secara masif seperti arus mudik dan balik Lebaran.

  • APEL SABUK KAMTIBMAS DAN SIMULASI SISPAM MAKO POLRES METRO JAKARTA SELATAN BERJALAN AMAN DAN KONDUSIF

    Jakarta Selatan – Polres Metro Jakarta Selatan menggelar kegiatan Apel Sabuk Kamtibmas yang dirangkaikan dengan Simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) pada Selasa (7/4/2026) pukul 16.00 WIB hingga selesai, bertempat di Mako Polres Metro Jakarta Selatan.

    Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan, I Putu Yuni Setiawan, serta dihadiri oleh Wakapolres Hendro Sukmono, Kabagops Tribuana Roseno, para Pejabat Utama (PJU), seluruh Kapolsek jajaran, serta personel Polres Metro Jakarta Selatan.

    Selain unsur Polri, kegiatan ini juga melibatkan potensi masyarakat yang tergabung dalam Sabuk Kamtibmas sebanyak 300 orang, terdiri dari berbagai elemen seperti kelompok ojek online, organisasi kemasyarakatan (Ormas) PETIR, Bang Japar, Pemuda Pancasila, FKPPI, FBR, Merah Putih, FKDM, serta Pemuda Panca Marga.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Apel Sabuk Kamtibmas yang dipimpin Kapolres, dilanjutkan dengan Tactical Wall Game (TWG) simulasi Sispam Mako yang dipimpin oleh Kabagops. Selanjutnya dilaksanakan simulasi lapangan Sispam Mako dengan penggambaran tahapan situasi Hijau, Kuning, dan Merah dalam menghadapi potensi gangguan keamanan, termasuk massa anarkis.

    Dalam simulasi tersebut, unsur potensi masyarakat turut dilibatkan secara aktif sebagai bagian dari Sabuk Kamtibmas untuk bersama-sama mendukung pengamanan Mako Polres serta menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

    Kapolres Metro Jakarta Selatan dalam arahannya menekankan pentingnya sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan yang mungkin terjadi di lingkungan Mako maupun wilayah hukum Polres Metro Jakarta Selatan.

    Sebagai tindak lanjut, kegiatan serupa akan dilaksanakan di tingkat Polsek jajaran dengan menyesuaikan arahan pimpinan, guna memperkuat kesiapan pengamanan di masing-masing wilayah.

    Usai kegiatan, seluruh peserta dari potensi masyarakat diberikan sarana kontak berupa beras  5 kg dan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan.

    Seluruh rangkaian kegiatan Apel Sabuk Kamtibmas dan Simulasi Sispam Mako Polres Metro Jakarta Selatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

  • Bongkar Ribuan Kasus Narkoba, Polda Metro Jaya Ingatkan Bahaya Narkoba dan Dampaknya

    Jakarta – Polda Metro Jaya mengungkap 1.833 kasus narkoba selama Januari hingga Maret 2026. Sebanyak 2.485 tersangka ditangkap, sementara barang bukti narkotika yang disita mencapai 712,01 kilogram.

    Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dirangkaikan dengan pemusnahan barang bukti narkoba di halaman Gedung Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Rabu (8/4/2026).

    Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ahmad David mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja masif jajaran kepolisian dari tingkat direktorat hingga polsek dalam membongkar jaringan narkotika.

    “Kami tidak hanya menindak pengedar, tetapi juga membongkar jaringan, bandar, hingga clandestine lab. Penindakan ini akan terus dikembangkan untuk mengungkap aktor intelektual dan pendana di balik peredaran narkoba,” kata Ahmad David.

    Ia menjelaskan, berbagai jenis narkotika berhasil diamankan, mulai dari sabu, ganja, ekstasi, hingga obat berbahaya dan zat sintetis lainnya.

    Tak hanya itu, pengungkapan tersebut juga berdampak besar bagi masyarakat. Polisi memperkirakan barang bukti yang diamankan setara dengan upaya penyelamatan sekitar 5,17 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

    Pengungkapan dan pemusnahan barang bukti ini juga sejalan dengan komitmen Kapolda Metro Jaya dalam mendukung Program Asta Cita Presiden RI, khususnya poin ke-7, yakni memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi serta pemberantasan korupsi dan narkoba.

    Sementara itu, Kasubbidpenmas Polda Metro Jaya Kompol Andaru Rahutomo menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam pemberantasan narkoba.

    “Kami mengimbangi langkah represif dengan upaya preventif dan rehabilitatif, agar korban penyalahgunaan narkoba dapat pulih dan kembali ke masyarakat,” ujarnya.

    Ia juga memastikan proses pemusnahan barang bukti dilakukan secara transparan dan sesuai standar. Pemusnahan dilakukan menggunakan insinerator dengan pengawasan lintas instansi serta melalui uji laboratorium.

    Polda Metro Jaya menegaskan akan terus melakukan penindakan tegas terhadap peredaran narkoba. Masyarakat juga diimbau aktif melapor melalui hotline 110 jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika di lingkungannya.

  • Haidar Alwi: Operasi Ketupat 2026 Bukti Nyata Presisi Kapolri, 85,3% Pemudik Puas

    Jakarta – Sebanyak 85,3 persen pemudik menyatakan puas terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berdasarkan survei nasional yang dirilis Indikator Politik Indonesia. Capaian ini dipandang bukan sekadar statistik tahunan, melainkan gambaran nyata pengalaman publik dalam menghadapi salah satu mobilitas terbesar di dunia.

    Dalam skala pergerakan jutaan orang lintas wilayah dalam waktu singkat, tingkat kepuasan tersebut menjadi indikator konkret bahwa sistem pengamanan dan pelayanan berjalan efektif. Keberhasilan ini dinilai lahir dari pendekatan terukur, terintegrasi, serta berbasis sistem yang kuat.

    Mudik Lebaran selama ini dikenal bukan hanya tradisi sosial, tetapi fenomena nasional dengan kompleksitas tinggi. Lonjakan kendaraan, kepadatan jalur utama, potensi kecelakaan, hingga gangguan distribusi logistik menjadikan momentum ini sebagai ujian kapasitas negara. Dalam situasi tersebut, kegagalan pengelolaan bukan hanya berdampak pada kemacetan, tetapi berpotensi memicu gangguan stabilitas yang lebih luas. Karena itu, kelancaran dan keamanan mudik dipandang sebagai indikator kemampuan negara mengelola tekanan publik secara langsung.

    Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute sekaligus Dewan Pembina Ikatan Alumni Ikatan Alumni ITB, Haidar Alwi, menilai kepuasan publik pada momentum mudik tidak dapat dilihat sekadar sebagai ukuran pelayanan, tetapi refleksi kualitas sistem negara dalam mengelola mobilitas sosial berskala besar.

    “Dalam sistem modern, pergerakan manusia dalam jumlah besar adalah ujian kapasitas negara yang paling nyata. Ketika mobilitas dapat dikelola secara aman, lancar, dan terkendali, itu menunjukkan adanya integrasi antara kebijakan, data, dan eksekusi di lapangan. Kepuasan publik dalam konteks ini bukan sekadar persepsi, tetapi cerminan dari sistem yang bekerja secara utuh,” tegas Haidar Alwi.

    Ia menekankan, tanpa memahami mudik sebagai sistem kompleks, angka kepuasan 85,3 persen mudah dianggap sebagai capaian biasa. Padahal di baliknya terdapat struktur pelayanan terintegrasi yang mencakup pengamanan, pengaturan lalu lintas, hingga kehadiran negara di titik-titik krusial perjalanan masyarakat.

    Survei tersebut juga menampilkan indikator turunan yang memperkuat kualitas pelayanan di lapangan. Sebanyak 84 persen pemudik puas terhadap posko pelayanan kepolisian yang berfungsi sebagai pusat informasi, pengamanan, sekaligus ruang istirahat masyarakat. Selain itu, 77,6 persen responden menyatakan puas terhadap rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan contraflow yang diterapkan secara dinamis untuk mengurai kepadatan kendaraan.

    Di sisi lain, 81,7 persen responden menyatakan puas terhadap ketersediaan bahan bakar, menunjukkan koordinasi lintas sektor berjalan efektif selama periode mudik. Data ini menegaskan keberhasilan Operasi Ketupat 2026 merupakan hasil kerja sistem pelayanan yang saling terhubung dan berjalan simultan.

    “Pelayanan publik yang efektif tidak ditentukan oleh seberapa banyak kebijakan dibuat, tetapi oleh seberapa tepat kebijakan tersebut menjawab kebutuhan masyarakat. Ketika sistem mampu menerjemahkan kompleksitas menjadi solusi, di situlah kepercayaan publik mulai terbentuk secara rasional,” jelas Haidar Alwi.

    Keberhasilan ini juga dinilai tidak terlepas dari arah kebijakan Kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui konsep Presisi yang menekankan pendekatan prediktif, responsibilitas, serta transparansi berkeadilan. Dalam kerangka tersebut, kepolisian tidak hanya bergerak reaktif, tetapi mengedepankan kemampuan membaca potensi risiko sebelum berkembang menjadi masalah.

    Dengan demikian, Operasi Ketupat 2026 dinilai tidak lagi sekadar operasi rutin tahunan, melainkan model pelayanan publik yang menunjukkan kemampuan institusi negara bekerja secara terukur, terkoordinasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

  • 85,3% Pemudik Puas, Burhanuddin Muhtadi Tegaskan Tingginya Kepuasan Mudik Lebaran 2026

    Jakarta – Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026 berada pada level sangat tinggi. Sebanyak 85,3 persen pemudik menyatakan puas terhadap pelayanan mudik tahun ini.

    Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi, M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa secara umum tingkat kepuasan masyarakat baik yang mudik maupun tidak melaksanakan mudik mencapai 80,8 persen, dengan peningkatan signifikan pada kelompok pemudik.

    “Ini menunjukkan penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 berjalan sangat baik dan mendapat apresiasi luas dari masyarakat,” ujarnya dalam paparan hasil survei, Selasa (7/4/2026).

    Survei tersebut dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 29 Maret hingga 4 April 2026 terhadap 1.200 responden menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

    Dari rincian survei, kategori “sangat puas” tercatat sebesar 10,8 persen (umum) dan 15,3 persen (pemudik), sementara “cukup puas” mendominasi dengan 70,0 persen pada kedua kategori. Adapun tingkat ketidakpuasan relatif rendah, yakni 7,1 persen (umum) dan 9,5 persen (pemudik), serta yang menyatakan tidak puas sama sekali berada di bawah 2 persen.

    Hasil ini juga menunjukkan konsistensi kinerja dibanding tahun sebelumnya, di mana tingkat kepuasan publik pada 2026 tercatat hampir identik dengan 2025, baik pada kategori sangat puas maupun cukup puas.

    Menanggapi hasil tersebut, Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas tingginya tingkat kepuasan masyarakat. Ia menegaskan capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh stakeholder dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat 2026.

    “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, kementerian/lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya yang telah berkolaborasi dengan baik sehingga mudik tahun ini berjalan aman, lancar, dan berkeselamatan,” ujarnya.

    Secara khusus, Kakorlantas juga menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo atas kepemimpinan, petunjuk, dan arahan strategis, serta keterlibatan langsung di lapangan dalam memastikan pengamanan mudik berjalan optimal.

    “Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolri atas arahan, dukungan penuh, dan kehadiran langsung di lapangan yang menjadi motivasi bagi seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” lanjutnya.

    Capaian ini menjadi indikator kuat keberhasilan kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan mudik Lebaran yang aman, nyaman, dan lancar, sekaligus mencerminkan peningkatan kualitas pelayanan Polri yang semakin humanis, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

  • Patroli Dialogis Samapta Polsek Tebet, Tingkatkan Kewaspadaan Warga Cegah 3C

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, personel Samapta Polsek Tebet melaksanakan patroli dialogis di wilayah Jl. Rasamala Raya, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/4/2026) pukul 09.40 WIB hingga selesai.

    Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Priyantono dan Aiptu I Putu Ariana dengan menyasar warga sekitar guna mengantisipasi potensi tindak kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor) yang cenderung meningkat.

    Dalam pelaksanaannya, personel memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Warga juga diingatkan untuk selalu menjaga keamanan pribadi maupun barang berharga guna mencegah terjadinya aksi kriminalitas.

    Selain itu, petugas turut mensosialisasikan layanan kepolisian 110 yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat apabila membutuhkan kehadiran atau bantuan polisi secara cepat.

    Melalui kegiatan patroli dialogis ini, diharapkan terjalin komunikasi yang baik antara Polri dan masyarakat serta terciptanya situasi wilayah yang aman, nyaman, dan kondusif.