Blog

  • Patroli Humanis Satgas Ops Damai Cartenz di Kampung Kabiding, Kehangatan Warga dan Tawa Anak-Anak Warnai Pagi di Oksibil

    PEGUNUNGAN BINTANG — Pagi yang tenang di Kampung Kabiding, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Senin (16/3/2026), terasa berbeda ketika personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menyusuri kampung tersebut dalam kegiatan patroli humanis. Di tengah udara pegunungan yang sejuk, kehadiran aparat justru disambut dengan senyum warga dan tawa anak-anak sekolah yang sedang memulai aktivitas belajar.

    Patroli yang dipimpin oleh Ipda Ranto Ahmad Chamdani, S.Km itu melibatkan sepuluh personel Satgas Tindak. Selain memantau situasi keamanan di sekitar SD Balil Kabiding 2, para personel juga menyempatkan diri menyapa warga yang ditemui di sepanjang kampung.

    Beberapa anak yang tengah berada di halaman sekolah tampak penasaran melihat kedatangan para personel. Dengan langkah ragu namun penuh rasa ingin tahu, mereka mendekat. Para anggota Satgas pun menyambutnya dengan senyum dan sapaan hangat. Suasana yang awalnya canggung perlahan berubah menjadi akrab ketika para personel mulai bercengkerama dengan para siswa, menanyakan kegiatan belajar mereka, hingga berbagi cerita ringan.

    Di sudut kampung, sejumlah warga yang sedang beraktivitas juga ikut menyapa. Percakapan sederhana pun terjalin—tentang kehidupan sehari-hari, kondisi kampung, hingga harapan agar situasi tetap aman sehingga anak-anak bisa belajar dengan tenang.

    Kehadiran personel di tengah masyarakat pagi itu bukan sekadar melakukan patroli keamanan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan hangat antara aparat dan masyarakat yang selama ini hidup berdampingan di wilayah pegunungan Papua.

    Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan tugas di Papua.

    “Pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kami di Papua. Melalui patroli seperti ini, personel tidak hanya memastikan situasi tetap aman, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H.

    Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa kedekatan dengan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah operasi.

    “Kehadiran personel di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membangun kedekatan dan kepercayaan. Dengan komunikasi yang baik, masyarakat dapat merasa lebih aman sekaligus ikut berperan dalam menjaga situasi keamanan di lingkungannya,” ungkap Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum.

    Menjelang akhir patroli, para personel kembali melanjutkan pemantauan di sekitar kampung sebelum meninggalkan lokasi. Sementara itu, anak-anak kembali ke ruang kelas dengan wajah ceria, meninggalkan jejak kecil dari pertemuan singkat yang menghadirkan rasa aman sekaligus kehangatan di Kampung Kabiding.

    Dari hasil pelaksanaan patroli tersebut, situasi di Kampung Kabiding terpantau aman dan kondusif. Bagi warga setempat, kehadiran personel Satgas Ops Damai Cartenz bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat yang hadir di tengah kehidupan mereka sehari-hari.

  • Wakapolres Metro Jakarta Selatan Kunjungi dan Periksa Pospam Operasi Ketupat Jaya 2026 di Setiabudi

    Jakarta Selatan — Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri, Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Hendro Sukmono, S.H., S.I.K., M.I.K. melaksanakan kunjungan dan pemeriksaan Pos Pengamanan (Pospam) Operasi Ketupat Jaya 2026 di wilayah Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 14 Maret 2026, sekitar pukul 15.45 WIB, bertempat di Pospam Polsek Metro Setiabudi Jl. Prof. Dr. Satrio, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.

    Dalam kunjungan tersebut, Wakapolres Metro Jakarta Selatan melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan personel serta sarana dan prasarana yang digunakan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapospam AKP Suyanto Hadi, S.H. beserta personel yang sedang melaksanakan tugas jaga di Pospam.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan, secara umum kesiapan Pospam dinyatakan baik dan tidak ditemukan adanya teguran. Wakapolres Metro Jakarta Selatan memberikan arahan kepada seluruh personel yang bertugas agar selalu menjaga kebersihan pos, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta melaksanakan tugas piket dengan penuh rasa tanggung jawab.

    Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pimpinan untuk memastikan seluruh pos pengamanan yang berada di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Selatan siap memberikan pelayanan dan pengamanan maksimal kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026.

  • Pengamanan Program Mudik Karyawan Transmedia 2026 di Kawasan Menara Bank Mega Tendean

    Jakarta Selatan – Dalam rangka memberikan rasa aman dan kelancaran kegiatan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri, personel Polsek Mampang melaksanakan pengamanan kegiatan Program Mudik Karyawan Transmedia Tahun 2026 yang berlangsung di kawasan Menara Bank Mega / Trans Tendean, Kelurahan Mampang Prapatan, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

    Kegiatan pengamanan dipimpin oleh Kanit Samapta Polsek Mampang Iptu Padmono bersama Panit Binmas Ipda Suyadi, S.H., serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Mampang Prapatan Aiptu Endang dan didukung anggota Intelkam Brigadir Rudi.

    Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian melakukan pengamanan dan monitoring proses pemberangkatan karyawan Transmedia yang mengikuti program mudik bersama. Sebanyak 15 unit bus disiapkan untuk mengangkut para peserta mudik menuju berbagai kota tujuan di luar Jakarta.

    Selain melakukan pengamanan di lokasi keberangkatan, petugas juga memberikan imbauan kepada para peserta mudik agar tetap menjaga ketertiban, mematuhi arahan panitia, serta memastikan barang bawaan masing-masing demi kelancaran perjalanan.

    Kehadiran personel Polsek Mampang dalam kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan proses pemberangkatan berjalan aman, tertib, dan lancar, sekaligus sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat yang akan melaksanakan mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri.

  • KEGIATAN MUDIK GRATIS PT PEGADAIAN KANWIL IX JAKARTA 2 DI KAMPUS BUDI LUHUR

    Jakarta Selatan – Personel Polsek Kebayoran Lama bersama unsur tiga pilar melaksanakan kegiatan monitoring dan pengamanan kegiatan Mudik Gratis yang diselenggarakan oleh PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 di lingkungan Universitas Budi Luhur, pada Senin (16/3/2026).

    Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut diikuti oleh sebanyak 531 peserta mudik yang akan diberangkatkan menuju berbagai daerah tujuan di Pulau Jawa dan Sumatera. Program ini merupakan bentuk kepedulian sosial PT Pegadaian dalam membantu masyarakat, khususnya para nasabah, agar dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman menjelang Hari Raya Idul Fitri.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Human Capital PT Pegadaian, Ibu Tribuana Tunggal Dewi, perwakilan pihak Universitas Budi Luhur Bapak Arif Wibowo, Lurah Petukangan Utara, para Deputi PT Pegadaian, serta unsur pengamanan wilayah yaitu Iptu Saripudin, Bhabinkamtibmas Petukangan Utara Aiptu Parjono, Babinsa Petukangan Utara Sertu Zelmi, dan panitia kegiatan Mudik Nyaman Bersama.

    Adapun rangkaian kegiatan diawali pada pukul 05.30 WIB dengan proses registrasi para peserta mudik gratis. Selanjutnya pada pukul 08.00 WIB, para peserta mulai memasuki kendaraan atau bus sesuai dengan tujuan masing-masing.

    Memasuki acara utama pada pukul 08.30 WIB, dilaksanakan rangkaian seremoni pelepasan yang diawali dengan doa bersama, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, laporan ketua pelaksana, sambutan dari pihak Universitas Budi Luhur, serta sambutan dari Direktur Human Capital PT Pegadaian, Ibu Tribuana Tunggal Dewi.

    Secara simbolis, pelepasan peserta mudik dilakukan oleh Ibu Tribuana Tunggal Dewi yang didampingi oleh para tamu undangan. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, pada pukul 08.45 WIB para bus diberangkatkan menuju daerah tujuan dengan situasi aman, tertib, dan kondusif.

    Adapun tujuan keberangkatan mudik gratis tersebut meliputi beberapa kota, antara lain Palembang (1 bus), Surabaya (2 bus), Malang (1 bus), Solo (3 bus), Purworejo (1 bus), dan Yogyakarta (4 bus).

    Program mudik gratis ini diprakarsai oleh PT Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 dengan sistem pendaftaran yang dilakukan secara online, serta diprioritaskan bagi para nasabah Pegadaian.

    Kehadiran personel kepolisian dan unsur tiga pilar dalam kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan memberikan rasa nyaman bagi para pemudik yang akan kembali ke kampung halaman. Situasi selama kegiatan berlangsung terpantau aman dan terkendali.

  • Sat ResNarkoba Polres Metro Jaksel Tangkap 2 Penjual Obat Keras Berkedok Toko Kelontong

    Jakarta Selatan – Polisi menangkap dua penjual obat keras berinisial WA dan M di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sebanyak 28.243 butir obat keras disita.

    Kronologinya, pada Jumat (13/3/2026) pukul 21.00 WIB. Mulanya, Tim Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya toko yang menjual ataupun mengedarkan obat keras di wilayah Kecamatan Jagakarsa, yaitu di Jalan ataupun di Jalan Papaya, Jalan Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

    “Dan di sana kita bisa menangkap dua orang tersangka yang diduga penjaga toko yang berinisial WA dan M,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Metro Jaksel AKBP Prasetyo Nugroho dalam jumpa pers di Polres Jaksel, Minggu (15/3).

    Didapati obat keras daftar G dengan jumlah 3.095 butir. Saat dikembangkan, polisi mendatangi kos-kosan ataupun kontrakan yang berada di Jalan Belimbing, Jagakarsa, Jaksel.

    “Dan di situ ditemukan beberapa jenis obat keras dengan jumlah kurang lebih 25.148 butir. Dari keterangan penjaga toko, yaitu WA, obat-obat ini dijual dengan harga kisaran Rp 5.000 sampai Rp 40 ribu dengan mendapat keuntungan per harinya kurang lebih Rp 200 ribu,” ucapnya.

    Berdasarkan keterangan pelaku, obat ini berasal dari A, yang disinyalir merupakan pemilik dari obat tersebut sekaligus pemilik warung tersebut. A saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

    Modusnya, pelaku menjual obat terlarang dengan berkedok toko ponsel hingga toko kelontong. Keduanya sudah menjalankan aksi selama 1 tahun.

    “Pertama ada yang menjual toko ponsel terus toko kelontong kemudian toko-toko ini obat-obatnya disisipi di toko-toko tersebut secara ilegal secara tersembunyi. Ini kedua pelaku yang kami integrasi baru setahun, baru setahun mereka menjaga toko di toko ini,” tuturnya.

    Adapun barang bukti berhasil diamankan berupa 37 butir Psikotropika, 100 butir Trihexyphenidyl 2 mg, 2.380 butir Hexymer, 60 butir Tramadol, 18 butir Double Y. Kemudian 8.355 berbagai jenis obat daftar G di TKP kedua dengan total 28.243 butir.

    Imbas perbuatannya, kedua pelaku dikenai Pasal 435 subsider 436 Ayat 1 dan 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah dalam lampiran 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2026 tentang penyesuaian pidana dan Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika sebagaimana telah diubah dalam lampiran 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2026 tentang penyesuaian pidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

  • Bhabinkamtibmas Tebet Barat Pasang Stiker Call Center 110 dan Sampaikan Himbauan Kamtibmas kepada Warga

    Dalam rangka meningkatkan pelayanan serta mempererat kedekatan dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tebet Barat, Aipda Samsul Mustofa, melaksanakan kegiatan sambang warga sekaligus pemasangan stiker Call Center Kepolisian 110 di Pos RW 02 Tebet Barat.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026, pukul 23.30 WIB di Jl. Tebet Barat II E RT 03 RW 02, Kelurahan Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

    Pada kesempatan tersebut, Aipda Samsul Mustofa melakukan pemasangan stiker Call Center 110 di lokasi yang mudah terlihat oleh masyarakat. Hal ini bertujuan agar warga dapat dengan cepat menghubungi pihak kepolisian apabila membutuhkan bantuan ataupun ingin melaporkan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Selain itu, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan sejumlah himbauan kamtibmas kepada warga agar bersama-sama menjaga situasi lingkungan tetap aman dan kondusif. Warga diimbau untuk selalu menjaga keamanan lingkungan serta ikut membantu tugas kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman.

    Dalam himbauannya, masyarakat juga diminta untuk selalu tertib dan meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan sekitar. Bhabinkamtibmas turut mensosialisasikan langkah antisipasi terhadap tindak kejahatan 3C yaitu pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor.

    Aipda Samsul Mustofa juga mengingatkan warga yang menggunakan sepeda motor agar selalu menggunakan kunci ganda saat memarkirkan kendaraan guna mencegah terjadinya pencurian. Selain itu, para orang tua diminta untuk lebih memperhatikan anak-anaknya, khususnya remaja, dengan memastikan maksimal pukul 22.00 WIB membutuhkan bantuan kepolisian.

  • Personel Samapta Polsek Tebet Laksanakan Patroli Dialogis Sambangi Perbankan di Tebet Barat

    Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, personel Samapta Polsek Tebet melaksanakan patroli mobile sekaligus patroli dialogis di wilayah hukum Polsek Tebet, Jumat (13/3/2026).

    Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan oleh Briptu Ari Setyadi S dengan menyambangi area perbankan di Jl. Tebet Barat IX, Kelurahan Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Kota Jakarta Selatan, sekitar pukul 12.00 WIB hingga selesai.

    Dalam kegiatan tersebut, Briptu Ari Setyadi S melakukan patroli dialogis dengan petugas keamanan (security) Bank Mandiri serta masyarakat di sekitar lokasi. Patroli ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan serta mencegah terjadinya tindak kejahatan di lingkungan perbankan dan sekitarnya.

    Selain melakukan pemantauan situasi, personel Samapta juga memberikan himbauan kamtibmas kepada petugas keamanan dan masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, khususnya kejahatan 3C yaitu pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor.

    Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk

    Dengan adanya kegiatan patroli rutin ini, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Hingga kegiatan patroli selesai dilaksanakan, situasi di wilayah Tebet Barat terpantau aman dan kondusi

  • Personel Samapta Polsek Tebet Laksanakan Patroli Dialogis Sambangi Perbankan di Tebet Barat

    Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, personel Samapta Polsek Tebet melaksanakan patroli mobile sekaligus patroli dialogis di wilayah hukum Polsek Tebet, Jumat (13/3/2026).

    Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan oleh Briptu Ari Setyadi S dengan menyambangi area perbankan di Jl. Tebet Barat IX, Kelurahan Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Kota Jakarta Selatan, sekitar pukul 12.00 WIB hingga selesai.

    Dalam kegiatan tersebut, Briptu Ari Setyadi S melakukan patroli dialogis dengan petugas keamanan (security) Bank Mandiri serta masyarakat di sekitar lokasi. Patroli ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan serta mencegah terjadinya tindak kejahatan di lingkungan perbankan dan sekitarnya.

    Selain melakukan pemantauan situasi, personel Samapta juga memberikan himbauan kamtibmas kepada petugas keamanan dan masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, khususnya kejahatan 3C yaitu pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor.

    Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk

    Dengan adanya kegiatan patroli rutin ini, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Hingga kegiatan patroli selesai dilaksanakan, situasi di wilayah Tebet Barat terpantau aman dan kondusif.

  • Momen Mahasiswa dan Polisi Sholat Berjamaah di Depan Mabes Polri saat Aksi Unjuk Rasa

    Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof Hamka (Uhamka) di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan berlangsung aman dan damai, pada Kamis (12/3/2026).

    Setelah menyampaikan aspirasi melalui orasi, para mahasiswa menghentikan sementara kegiatan aksi untuk melaksanakan sholat ashar berjamaah di lokasi.

    Namun menariknya, sholat tersebut juga diikuti oleh sejumlah anggota Polri yang sedang bertugas melakukan pengamanan aksi unjuk rasa.

    Sejumlah mahasiswa dan anggota kepolisian tampak berdiri dalam satu shaf melaksanakan sholat berjamaah di tepi jalan depan Mabes Polri. Momen tersebut menjadi gambaran suasana yang kondusif di tengah kegiatan penyampaian aspirasi.

    Sebelumnya, mahasiswa Uhamka menggelar aksi untuk menyampaikan sejumlah tuntutan dan aspirasi kepada pihak kepolisian.

    Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat guna memastikan kegiatan berjalan tertib serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

  • Satgas Pangan Soroti Harga Ayam di Rawamangun dan RPH Pulogadung

    Jakarta – Polda Metro Jaya dalam hal ini melalui Satgas SABER bersama stakehoder terkait menyoroti tingginya harga ayam di Pasar Rawamangun yang tembus Rp 45 ribu per kilogram. Temuan itu didapat saat Satgas SABER bersama unsur kementerian dan lembaga terkait turun langsung ke lapangan untuk memantau harga bahan pokok dari pasar hingga rumah potong hewan unggas (RPHU), Jumat (13/3/2026).

    Kegiatan pengecekkan dan sidak dihadiri langsung Bapak Dr. I Gusti Ketut Astawa Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan BAPANAS RI, Dr. Ir. Budi Waryanto Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama, dan Humas BAPANAS RI, Kasubdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Dr. Muh Ardila Amry, bersama IPTU Sindhu Satria dari Satgas SABER Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. AKBP Dr. Muh Ardila Amry menegaskan pihaknya bersama stakeholder akan terus melakukan pengawasan bersama para pemangku kepentingan agar harga pangan tetap terkendali. “Kami dari Polda Metro Jaya terus melakukan pengawasan bersama stakeholder terkait, baik di tingkat pasar tradisional, distributor, maupun produsen. Langkah ini merupakan bentuk pendampingan agar stabilisasi harga tetap terjaga dan masyarakat mendapatkan harga bahan pokok yang sesuai dengan ketentuan pemerintah,” ujarnya.

    Dari hasil penelusuran di Pasar Rawamangun, pedagang menyebut tingginya harga ayam dipengaruhi mahalnya pasokan dari hulu. Saat tim bergerak ke RPH Pulogadung, ditemukan ayam hidup dijual sekitar Rp 32 ribu per kilogram, padahal harga livebird dinilai seharusnya berada di kisaran Rp 25 ribu per kilogram. Kondisi itu dinilai berdampak langsung pada harga karkas di tingkat hilir.

    AKBP Ardila menjelaskan, jajaran Satgas Pangan Daerah Polda Metro Jaya selama ini rutin melakukan pengecekan harga di hampir 50 titik pasar tradisional. Namun di lapangan, petugas masih menemukan banyak pedagang yang belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), sehingga penindakan administratif tidak selalu mudah dilakukan. “Kalau ditemukan pedagang menjual di atas HET atau HAP, tentu kami lakukan teguran. Namun karena banyak yang belum memiliki NIB, maka kami berkolaborasi dengan PD Pasar agar bisa dilakukan langkah administratif, termasuk rekomendasi terhadap izin kios maupun lapak,” katanya.

    Selain pengawasan langsung, Polda Metro Jaya juga memasang tabel harga bapokting dan stiker peringatan di lapak pedagang yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP). Menurut Ardila, langkah itu penting agar konsumen mengetahui harga acuan resmi yang ditetapkan pemerintah sekaligus menjadi bentuk peringatan bagi pedagang agar tidak menjual di atas batas yang ditentukan.

    Sementara itu, Satgas Pangan juga melakukan sidak Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan menilai RPH Pulogadung perlu mendapat teguran karena harga yang dilepas ke pasar dinilai terlalu tinggi. Padahal, sebagai unit yang berada di bawah Perumda Dharma Jaya, RPH tersebut diharapkan menjalankan fungsi sosial untuk membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga, bukan justru memicu kenaikan di tingkat pasar. Dari sisi teknis, perwakilan Kementerian Pertanian juga menyoroti bahwa RPHU seharusnya menghasilkan daging ayam dalam bentuk karkas yang aman, sehat, utuh, dan halal, bukan melepaskan ayam hidup ke pasar.

    Menanggapi temuan itu, pihak Dharma Jaya menyatakan akan segera menindaklanjuti hasil pengawasan Satgas Pangan. Manajemen disebut akan langsung berkoordinasi dengan jajaran di lapangan agar harga segera disesuaikan dengan harga acuan yang berlaku. “Kami segera akan menindaklanjuti kepada manajemen untuk menekan harga yang saat ini ada. Per hari ini juga akan kami sampaikan kepada teman-teman di lapangan supaya dapat mengikuti harga yang berlaku saat ini,” kata perwakilan Dharma Jaya.